SURABAYA- Persoalan adanya kesalahan bestek atau RKS di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Merah dan Kedinding ternyata tidak terbukti. Pasalnya, Laboratorium Makanika Tanah dan Batuan ITS ( Institut Tehnologi Surabaya) sudah memberikan penjelasan berdasarkan fakta maupun bukti pengujian bahwa tanah urugan di TPU Tanah Merah dan Kedinding sudah memenuhi spesifikasi jaminan mutu.
Dalam uji lab tanah di wilayah Semolowaru dan Driyorejo layak untuk dijadikan tanah urug pemakaman. Tetapi yang harus diingat adalah hasil lab itu hanyalah alternative dan apabila pengerjaannya itu ternyata bukan tanah objek di tiga lokasi tersebut dan memenuhi syarat sesuai kadar tanah yang telah ditentukan itu adalah wajar dan tidak menyimpang dari aturan.
Seperti yang diungkapkan Heri, salah satu penguji di Laboratorium Mekanika Tanah dan Batu ITS menjelaskan, kalau tanah sangat expansive yang memiliki nilai aktif lebih besar dari 1.25 atau derajat pengembangan yang diklarifikasikan oleh AASHTO T258 sebagai “very high” atau “ extra high “, tidak boleh digunakan sebagai bahan timbunan.
“Pada kenyataannya kan tanah urugan itu sudah memenuhi standar baku yaitu tidak lebih besar dari 1.25 atau derajat pengembangan maka itu diperbolehkan mas. Dan yang perlu diingat mas, hasil lab yang telah direkomendasikan itu hanyalah alternative dan apabila ada tanah yang sama dengan tanah di tiga lokasi maka itu ndak ada masalah,”katanya kepadakolom investigasi.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Aditya menjelaskan, kalau pihaknya sudah melakukan pengawasan dilapangan dan proyek yang dikerjakan oleh CV Cipta Pesona itu sudah memenuhi syarat. DKP sendiri menjamin kalau pengerjaan proyek di TPU Tanah Merah dan Kedinding sudah memenuhi syarat-syarat teknis didalam RKS.
“Tidak ada kesalahan Bestek maupun RKS semuanya sudah memenuhi semua aturan yang ada dan DKP dalam pengawasannya tidak menemukan kesalahan dalam pengerjaannya. Kalau memang ada kesalahan bestek ya kontraktornya tidak kita bayar mas dan sanksi yang lebih berat akan kita blacklist,”ungkapnya.(ali) | Posting By: 5431f03l
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar