BOJONEGORO- Meski sudah beberapa kali dilimpahkan ke tahap 2, berkas penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan motor Susuki Shogun Pemkab Bojonegoro, belum juga komplit. Satu-satunya data yang sebelumnya pernah dimintakan oleh Kusnadi, Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro kepada penyidik Polres adalah bukti rekening dana Rp 1 milyar milik Pemda yang digunakan untuk pembelian sepeda motor merk Suzuki Shogun.
Kusnadi, kepeda Kolom Investigasi, mengatakan data tersebut pernah diminta dalam memberikan petunjuk kepada penyidik. Namun hingga berkas penyidikan dilimpahkan kembali ke Kejaksaan tetapi kelengkapan bukti rekening yang diminta jaksa penuntut umum masih juga belum disertakan.
“ Kami akan lakukan koordinasi kepada penyidik Polres Bojonegoro soal rekening aliran dana Rp 1 milyar itu. Data itu sangat penting, karena memuat kemana arah larinya penggunaan dana APBD sebesar Rp 1 milyar itu”ujar Kusnadi, kepada Kolom Investigasi, seusai mengikuti sidang korupsi APBD Bojonegoro 2007, di Pengadilan negeri Bojonegoro.
Tidak disertakannya data rekening penelusuran itu menurut Kusnadi, kemungkinan penyidik Polres kesulitan dalam memperoleh data aliran dana yang ada dalam rekening tersebut di perbankan, sehingga petunjuk JPU tidak bisa dipenuhi.
Sebenarnya lanjut Kusnadi, polisi bisa meminta ijin kepada Bank Indonesia ( BI ) atau meminta bantuan pihak PPATK untuk penelusuran rekening tersebut.(*)|Posting By: 5431f03l
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar