PEKANBARU- Dugaan penyimpangaan penggunaan APBD Indragiri Hulu (Inhu) dari 2004-2008 sebesar Rp 23,5 miliar terus ditindaklanjuti Kejaksaan Tinggi Riau. Setelah memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Inhu, Rabu (2/9/08) lalu mestinya giliran mantan Bupati Inhu Raja Thamsir Rachman, diperiksa.
Namun Thamsir mangkir dari panggilan Kejati. Kepastian mangkirnya Thamsir disampaikan Asisten Intel Kejati Riau Heru Chairuddin. “Pak Thamsir semestinya kita periksa hari ini sebagai saksi, namun yang bersangkutan tidak bisa hadir,” ujarnya kepada wartawan, di kantornya.
Ditanya sebab ketidakhadiran Thamsir, Heru enggan menjelaskannya. Sebagai tindak lanjut, Heru mengatakan Kejati Riau akan melayangkan panggilan kedua kepada Thamsir pada Senin mendatang.
Pemeriksaan terhadap Thmasir merupakan kelanjutan dari pemeriksaan yang dilakukan Kejati terkait dugaan penyelewengan penggunaan APBD Inhu 2004-2008 sebesar Rp 23,5 miliar. Sebelumnya, Senin (31/8/09) Kejati sudah memeriksa lima pejabat Inhu untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Merkea adalah Raja Marwan, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Inhu yang juga mantan Kabag Keuangan, Zaharman Kepala Dinas Koperasi dan UKM juga mantan Sekretaris DPRD Inhu, Chaidir Yanto mantan Bendaraha Sekretaris DPRD Inhu, Amsal, Kasubag Anggaran Setdakab Inhu dan Abdul Wahab Kasubag Anggara.
Sedang pada Selasa (1/9/09) lalu, giliran mantan Pemegang Kas Daerah Pemkab Inhu Encik Afrizal yang diperiksa.
Edncik Afrizal, diperiksa jaksa penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Dari rencana pemeriksaan dua orang saksi yang dijadwalkan hari itu, hanya Encik Afrizal yang datang. Sedangkan Andi Ismet mantan Bawasda Inhu belum diketahui informasi kehadirannya.
Pemeriksaan tersebut berlangsung di gedung Pidsus Kejati Riau diruangan S. Waruwu. Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Budi Rahardjo membenarkan adanya pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan korupsi APBD Inhu tersebut dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung secara tertutup. (*) |Posting By: 5431f03l
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar