Kamis, 25 Juni 2009

P2SEM Kecamatan Kanor Terbanyak

BOJONEGORO- Kecamatan Kanor merupakan salah satu kecamatanyang mendapatkan alokasi kegiatan terbanyak bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat ( P2SEM ) dengan nilai kegiatan sekitar Rp. 2,5 milyar. Dari nilai alokasi tersebut Desa Palembon merupakan Desa di Kecamatan Kanor yang memperoleh kegiatan terbanyak ( 8 kegiatan ).

Selain Desa Palembon, salah Desa yang juga mendapatkan P2SEM adalah Desa Caruban, yang kegiatan pemberdayaan penggemukan sapinya dikelola oleh Sarjono. Dari bantuan P2SEM yang diperoleh Sarjono, dia membeli sapi sebanyak 7 ekor.

Sarjono, salah seorang warga Desa Caruban, Dukuh Benturi, Sarjono yang sebelumnya berprofesi sebagai aktifis LSM di Sidoarjo, setelah mendapat P2SEM langsung pulang ke kampong halamannya. Selanjutnya Sarjono bertenak sapi bersama ke empat tetangganya, dengan membentuk kelopok tani “Tani Makmur” yang diketuai oleh Sarjono, kemudian Sekretaris kelompok Darwuji dan Bendahara, Suwarso, kemudian Pak Siyo, dan Samsudin, masing-masing sebagai anggota kelompok.

Menurut Sarjono,ia mendapat P2SEM karena kenal dengan Afif, staf Setwan DPRD Jatim, yang semasa kecilnya teman sekolah Sarjono. Dan Afif yang juga putra daerah Kanor itu mempunyai keluarga dekat bernama Taufik. Lantas taufik inilah myang mengajak Sarjono membentuk kelompok tani dan mengajukan usulan kegiatan penggemukan sapi ke Bapemas Surabaya.

Dari keterangan Sarjono, duit Rp 125 juta tersebut dibelanjakan sapi sebanyak 7 ekor, dengan harga sekitar Rp 12 juta hingga Rp 12,5 juta per ekor. Namun besaran harga ini berbeda dengan pernyataan isteri Sarjono, yang menyebutkan sapi-sapi itu dibeli dengan harga antara Rp 9 juta hingga Rp 9,5 juta per ekor.

Selain membeli sapi, dana P2SEM itu juga dipergunakan belanja konsentrat senilai Rp 7 juta, sedang untuk pembuatan kandang dan akomodasi menelan biaya Rp 5 juta. Sapi Jono yang semula tujuh ekor sudah dijual satu ekor, namun belum dibelikan lagi oleh Jono. Sebagaai penerima bantuan P2SEM, Jono mengaku tertutup kepada warga desa lainnya.

Selain kelompok tani Tani makmur, kelompok masyarakat lain yang memeperoleh bantuan kegiatan penggemukan sapi dari P2SEM adalah kelompok masyarakat ternak “Rojo Koyo”, yang berada di Desa Palembon, Dukuh Leran, Kecamatan Kanor.

Kegiatan pengemukan oleh kelompok masyarakat ini diketuai oleh Taufiq. Menurut Taufiq, kelompoknya mendapat bantuan dana P2SEM sebesar Rp 200 juta. Dana sejumlah itu dibelikan sapi seharga Rp 25 juta sebanyak 3 ( tiga ) ekor dan sapi seharga harga Rp 30 juta, 2 ( dua ) ekor.
Untuk pembuatan kandang menelan anggaran sekitar Rp 33,7 juta.



Nama Taufik sendiri sudah teramat dikenal oleh kelompok masyarakat atau lembaga yang menerima P2SEM di Kecamatan Kanor. Hal ini lanataran kedekatan dan keterlibatan Taufik dalam kelompok masyarakat penerima P2SEM tersebut. Selain itu Taufik diangap lebih berpengalaman dan tahu tentang seluk beluk P2SEM. Sehingga tak aneh jika ada kunjungan pejabat dari Surabaya, maupun Bakorwil, dan Bawasprop serta Kejaksaan, Taufik selalu hadir menemani dan memandu tamu tersebut. Hal itu dilakukan agar peternak tidak keliru dalam memberikan jawaban.

Kepada Kolom Investigasi Taufiq mengatakan, ia mengetahui belang satu persatu kelompok penerima P2SEM yang ada di Kecamatan Kanor. “ Nek aku gelem ngomong mas, wong-wong sing oleh P2SEM kuwi mesti dikecrek kabeh. “katanya. Makanya jika ada pemeriksaan dari Bawasprop, Bakoorwil dan Kajaksaan, Taufiklah menjadi pemandunya. “ kalau mau kesini biasanya saya dihubungi dulu,”kata Taufik. “Jika kelompok nanti keliru ngomong mesti, orang-orang itu dikecrek kabeh.

Taufiq sendiri mengakui jika ia tertutup pada warga desa karena dikawatirkan kalau warga tahu akan meminta jatah untuk pemeliharaan ternak, selain itu ia juga kawatir kalau nantinya ada apa-apanya dikemudian hari (sapi mati dan lain sebagainya). “ Nek enek apa-apane sopo sing tanggungjawab. Nek mati atau hilang kan tetap aku sing tanggungjawab”.

Meski telah membantu kelompok dan lembaga lain yang mengusulkan bantuan ke Bapemas, Taufik mengaku tidak pernah melakukan pemotongan P2SEM. Hanya saja, Taufik mengakui turut membelanjakan material yang dibutuhkan kegiatan proyek.

Seperti terjadi di desa Palembon, Marlan, ketua panitia pembangunan aula mbah Suryo, mengaku tidak diberi bantuan P2SEM . Marlan bahkan menyatakan hanya sebagai tenaga upahan yang setiap harinya di bayar Rp 50 ribu per hari selama dua bulan, untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan aula.

Meski sebagai ketua panitia, Marlan mengaku tidak memegang uang yang bersumber dari P2SEM. Setelah pencairan dana sebesar R 75 juta dibawa Taufik, dan Marlan hanya diberi uang sebasar Rp 5 juta. Pemeberian uang tersebut dimaksudkan untuk membeli kebutuhan peralatan pertukangan untuk pembangunan aula.

Taufik yang ditemui wartawan Taufik membantah telah membelanjakan kebutuhan material aula mbah suryo. Namun Taufik mengaku jika ia turut membelanjakan kayu untuk kebutuhan bangunan aula. Waktu itu, menurut Taufik kayu jati yang dibelanjakan nilainya mencapai Rp 12 juta. Ketika ditanya mengapa Taufik ikut membelanjakan material untuk pembuatan aula, menurut Taufik karena Marlan ragu dengan dana Rp 75 juta tersebut pembangunan aula bisa terwujud.@|Posting By :**saiful Mj**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar