BOJONEGORO- Pelaksanaan pencairan dana bantuan operasional bagi lembaga PAUD ( Lembaga Pendidikan Usia Dini ) di Bojonegoro diduga diwarnai dengan pemotongan bantuan. Dari dana yang semestinya diberikan kepada lembaga pendidikan anak usia dini sebesar Rp. 600 ribu selama 6 bulan itu, rata-rata hanya diberikan Rp 550 ribu. Padahal dana yang tertulis dikwitansi pembayaran sejumlah Rp 600 ribu.
Dengan demikian terdapat kekurangan penerimaan uang yang seharusnya diterima pengurus PAUD. Praktek pemotongan duit PAUD Rp 50 ribu per lembaga penerima itu, diduga dilakukan langsung sepengetahuan Kasi PAUD Endang Agustini, dan bendahara bendahara PNFI, Ninik.
Anehnya lagi, uang bantuan PAUD yang dibagikan kepada penerimanya sudah dikemas didalam amplop. Namun ketika amplop dibuka, ternyata setelah dihitung uang bantuahn yang diterimanya hanya Rp 550 ribu.
Anis Mahmuda, dari Desa Karangdayu, Dukuh Balongdowo, Kecamatan Boureno, merasa sangat kecewa dengan adanya pemotongan yang sebelumnya tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu.
Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Nikmatun Ubaidah, warga Desa Pilang gede, Kecamatan Balen. Ketika Nikmatun mencoba menanyakan potongan tersebut kepada petugas pembagi dana, diperoleh jawaban bahwa potongan duit Rp 50 ribu itu PPN dan PPh.
Keterangan soal potongan dana bantuan PAUD yang diperoleh Toyib, Desa Banjaran, Kecamatan Boureno, dari petugas pembagi ternyata lain, bukan untuk PPN dan PPh tetapi untuk mengisi Kas kantor.
Sementara itu, Elly, dari PAUD Hidayatul Sibyan, Desa Kauman, Kecamatan Boureno, ketika menanyakan potongan itu, mendapat jawaban dari petugas yang membagikan uang baghwa potongan uang Rp 50 ribu merupakan pemberian sukarela.
“ Lha kalau sukarela kok sudah dipotong terlebih dahulu oleh Dinas sebelum dibagikan kepada penerima. Kalau seperti ini bukan suka rela lagi, tapi sudah terindikasi korupsi. Seharusnya pihak Kejaksaan segera mengusut potongan yang tak jelas peruntukannya ini,”ungkap seorang pengurus lembaga PAUD yang enggan disebutkan kajati dirinya.
Diperoleh keterangan dari sumber pejabat PNFI, ia tidak tahu menahu soal potongan itu. Selanjutnya ia menyarankan wartawan Kolom Investigasi bertanya kepada Kasi PAUD, Endang Agustini, dan bendahara Ninik. Menurut sumber, setahunya dana PAUD itu sudah turun sejak 25 Agustus lalu.
Di Bojonegoro, tedapat 380 lembaga PAUD yang menampung anak didik sekitar 16.657 anak, dengan jumlah tenaga pendidik sekitar 600 guru.
Sedang untuk bantuan keuangan untuk operasional lembaga PAUD tersebut dianggarkan APBD II Bojonegoro sebesar Rp 990 juta. (Pur/Wyn)
Posting By: 5431f03l
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar