Minggu, 09 Agustus 2009

K.U.R. Bukti Pemerintah Suka Obral Janji Nasabah Bank BRI Di Pingpong

Mau usaha situasi ekonomi tak menentu, dtang ke Bank BRI yang telah di tunjuk Pemerintah untuk mengajukan K U R (Kredit Usaha Rakyat) namun kenyataannya harus rela di Pingpong oleh petugas bank padahal persyaratan sudah diajukan kenyataanya harus pulang dengan tangan hampa.
Plong….Rakyat yang kurang mampu langsung berbondong-bondong mendatangi kantor Bank di maksud, salah satunnya Bank BRI Unit Kanca Mangga Besar Jakarta Pusat.
Tapi saying kenyataan yang di terimah oleh calon desibtur tak seperti yang di idamkan, mereka di tolak mentah-mentah oleh pihak perbangkan ketika hendak mengajukan K.U.R yang katanya program pemerintah.
Dengan kekecewaan dan hati medongkol, Rakyat pun pulang dengan tangan hampa dan rasanya mimpisaja untuk mendapatkan pinjaman untuk modal usaha selama ini pemerintahpun menjadi impian kosong.
Amin santoso, yaitu salah seorang pemilik warung Pecel Lele Lamongan” maksud dan tujuannya mengajukan dana pinjaman K.U.R di BRI Unit Mangga Besar untuk tambahan modal usaha warungnya yang ada di Veteran II dan di Batutulis Raya. Persyaratan-persyaratanpun sudah Ia penuhi bahkan dengan jaminan BPKB motor Ia ajukan, namun janji tinggal janji Ia menunggu Tim Survei yang katanya akan oleh saudara SYAIFUDIN MUFTI.
Amin S, kebingungan dan tidak bisa berbuat banyak.
Karena hanya Tim survey lagi pendidikan rencana meninjau lokasi jualan gagal dan bahkan tak ada kabar beritanya.
Pihak staf Bank BRI Rizma (Inisial) K.U.R memang program kredit usaha rakyat yang di lakukan oleh pemerintah namun karena jumlah Kuota dan banyak Nasabah yang menunggak maka selama sebulan program K.U.R kami tiadakan dan Tim Surveinya lagi pendidikan bersama kepala Unit. Eko Saputro ketika di hubungi lewat telepon tidak di jawab.


Perbankan tak mau menanggung resiko rugi dan banyak nasabah yang menunggak itu alasan rile yang di sampaikan oleh pihak Bank, siapa yang bakal menjamin pengembalian modal uang yang telah di pinjam rakyat tersebut, bila kemudian hari mereka tidak mau membayar hutang atau kredit macet.
Padahal nasabah sudah mengunakan BPKB Motor, Surat Keterangan Usaha Aparat RT /RW setempat. Namun janji tinggal janji toh rakyat yang di pinpong program pesan kosong ini terus di gembar gemborkan tanpa mau melihat dampak kebawahnya. Rakyat telah di buat kecewa oleh pihak BANK dan Pemerintah. Putus asa juga akhirnya rakyat merasa di remehkan serta di sepelekan padahal prosedur sudah sesuai hanya karena kebijakan pihak Bank BRI nasabah jadi kecewa.
Haruskah program K.U.R masih di pertahankan…?!
Masih percayakah rakyat ke Bank yang di tunjuk Pemerintah ……?
By: Tim KolomInvestigasi.Di Posting S41f03l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar