TANJUNGPINANG | Malang nian nasib 553 RTM ( Rumah Tangga Miskin) di Tambelan, Kabupaten Bintan, bagaimana tidak, ditengah hingar bingarnya perhelatan pesta politik, Pileg dan Pilpres ini, ratusan RTM ini justriu harus mengencangkan ikat pinggan, lantaran selama tujuh bulan, beras untuk warga miskin ( Raskin ) yang seharusnya sudah mereka terima, tak kunjung tiba.
Hal ini berdasarkan pengakuan HU, salah seorang tokoh masyarakat di Tambelan, pekan lalu. Dia sendiri mengakui tidak tahu apa yang menjadi kendala penyaluran raskin tersebut. “ Warga (miskin) disana (Tambelan,red) selalu bertanya tanya, kapan Raskin dibagikan. Tapi, sudah tujuh bulan, belum juga ada tanda-tanda akan disalurkan,” terang HU.
HM yang dikonfirmasikan via telepon, Jumat pekan lalu, membenarkan,Raskin untuk Tambelan belum disalurkan. Namun, dia membantah bahwa Raskin yang belum disalurkan itu sejak tujuh bulan. Menurut dia, keterlambatan itu baru sekitar tiga bulan.
Dijelaskan, penyaluran Raskin ke Tambelan ditangani oleh Sekretariat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Kabupaten Bintan, di Jalan Bali, Tanjungpinang.” Kita hanya menampung Raskin yang datang lalu menyalurkan ke RTM yang terdaftar.”paparnya.
Berbeda dengan penjelasan Camat Tambelan, Sekretaris PNPM Mandiri Pedesaan Kabupaten Bintan, Arjunarisman, justru membenarkan bahwa keterlambatan penyaluran Raskin sekitar tujuh bulan. ”Seharusnya memang sudah disalurkan tujuh bulan lalu,” katanya.
Menurut Arjunarisman, keterlambatan penyaluran tersebut disebabkan lambatnya pengalokasian di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bintan.
” Namun kami akan berusaha dalamw waktu seminggu atau dua minggu ke depan Raskin sudah dapat disalurkan,”kata Arjunarisman. Dipaparkan Arjunarisman, jumlah rumah tangga miskin (RTM) yang terdata di Tambelan mencapai 553 RTM, jumlah Raskin yang mestinya disalurkan itu mencapai 14.295 ton.
Namun, menurut dia proses penyaluran Raskin tersebut cukup sulit, mengingat jauhnya lokasi Kecamatan Tambelan, sehingga proses penyaluran memakan waktu cukup panjang. Mulai dari pengambilan Raskin di gudang Bulog Tanjungpinang, kemudian dengan menggunakan pompong diangkut ke Pelantar II, dan selanjutnya dibawa ke Tambelan dengan menggunakan kapal perintis dengan biaya yang cukup tinggi pula.
”Biaya untuk pengiriman Raskin sampai ke tempat sebesar 900 sampai 1.000 rupiah per kilogramnya. Jadi, dapat dihitung, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menyalurkan Raskin sampai kesana,” papar Arjunarisman. **(AAP) | P05ting By: 541fu1
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar