Senin, 22 Juni 2009

Tak Pernah Ajukan Proposal, Nama Dekopinda Dicatut Sebagai Penerima P2SEM

BOJONEGORO | Ketua Dewan Koperasi Daerah ( Dekopinda ) Bojonegoro, Sudarto, meminta pihak aparat hukum untuk menelusuri aliran dana P2SEM atas tidak disalurkannya dana P2SEM kepada lembaga penerima. Lantaran dana yang dikucurkan melalui Bapemas Propinsi Jawa Timur itu adalah uang rakyat, yang seharusnya diterima oleh rakyat sesuai program kegiatan yang dianggarkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Sudarto menanggapi pertanyaan Kolom Investigasi terkait alokasi pencairan dana P2SEM di Dekopinda Bojonegoro sebesar Rp 200 juta, yang ternyata tidak pernah diterima oleh lembaga tersebut ( Dekopinda,red ).

“ Kami tidak pernah menerima kucuran dana P2SEM, siapa yang menyalurkan kami juga tidak pernah tahu. Dekopinda Bojonegoro juga tidak pernah mengajukan proposal ke Propinsi, jadi bagaimana kami bisa tahu kalau menerima bantuan P2SEM,”ujar Sudarto kala dihubungi melalui Ponselnya.

Ditanya apakah pihak Dekopinda kenal dengan Farid Al Fauzi, anggota Dewan Propinsi Jatim yang merekomendasi P2SEM, Sudarto menyatakan tidak kenal orang tersebut.

“ Lembaga kami telah dijadikan korban sasaran korupsi oleh oknum yang jelas-jelas tidak bertanggungjawab. Karenanya kami minta kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri dan menindaklanjuti kasus P2SEM yang terjadi di Dekopinda ini hingga tuntas. Sehingga bisa terungkap fakta kejadian sebenarnya,”pinta Sudarto.

Sudarto juga membenarkan jika dirinya pernah didatangi petugas Kejaksaan Bojonegoro yang mengklarifikasi penerimaan P2SEM oleh Dekopinda Bojonegoro. Waktu diberitahu kalau dapat P2SEM Sudarto mengaku kaget, karena kenyataannya tidak seperti itu.

Beberapa lembaga Koperasi di Bojonegoro telah menjadi sasaran penyaluran bantuan P2 SEM untuk penguatan modal koperasi, namun dalam kenyataannya dana P2SEM tersebut tidak jelas pencairannya. Hal tersebut dikarenakan lembaga penerimanya dikaburkan, baik nama penerima bantuan maupun alamat penerima.

Seperti missal, penerima bantuan P2SEM Pondok Pesantren Abu Dhoirini, yang dicantumkan beralamat di Desa Sumberklakah, Kecamatan Dander. Padahal di Dander tidak ada Desa yang bernama Sumberklakah, begitu halnya dengan Ponpes Abu Dhoirini.

Sedangkan di kecamatan tersebut yang ada ada Ponpes Abu Dharrin yang berlokasi di Desa Sumber Tlaseh, Kecamatan Dander. Pimpinan Lembaga Ponpes Abu Dharin ketika ditemui Kolom Investigasi mengaku tidak pernah mengajukan proposal apalagi menerima bantuan. P2SEM ini direkomendasi oleh Farid Al Fauzi.


Dugaan penerima P2SEM fiktif juga terjadi di Kecamatan Kanor, yakni Pondok Pesantren Hidayatul Islam Al Mubtadien. Dari asil investigasi yang dilakukan wartawan Kolom, di Kecamatan Kanor Ponpes tersebut keberadaannya tidak ada, yang ada adalah Ponpes Hidayatul Islam, yang menurut pengelola Ponpes tersebut tidak pernah mengajukan proposal P2SEM dan juga tidak pernah menerima bantuan dana P2SEM Propionsi Jawa Timur. Dalam daftar penerima P2SEM diketahui anggota Dewan Tingkat I Jatim yang merekomendasi P2SEM tersebut adalah Farid Al Fauzi.

Bantuan penguatan modal koperasi juga diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Nahdlotul Tholibin, yang berada di Baureno, jumlah dana P2SEM yang dialokasikan Rp 150 juta, dan koperasi Ponpes Madinatul Ulum, Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, dengan jumlah alokasi bantuan Rp 200 juta. Kedua P2SEM tersebut penyalurannya juga direkomendasi oleh Farid Al Fauzi.
Sementara itu pengelola Lembaga Pendidikan Ponpes Al Mutmainah, Desa Talok, Kecmatan Kalitidu, Khadist, yang juga ketua PPP Kab. Bojonegoro, meski di dalam daftar penerima P2SEM Lembaganya tercantum sebagai penerima bantuan namun ia maupun pengurus lainnya tidak pernah menerima kucuran dana itu.

Dikatakan Khadist, dulu pihaknya pernah meminta bantuan Sun’an, ketua DPC PBB Bojonegoro, yang juga bertindak sebagai ketua LSM Paskat Bojonegoro, untuk mengajukan bantuan P2SEM ke Propinsi Jatim. Tapi hingga sekarang belum pernah ada kabar disetujui atau tidaknya proposal itu.Tahunya baru sekarang ini, malah kemungkinannya sudah dicairkan. Lantas siapa yang mencairkan?. **(Tim Investigasi) | P05ting By: 541fu1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar