By : Amin Sanroso
Masihkah kepercayaan menjadi salah satu ukiran untuk menunjukan hubungan satu Organisasi masyarakar (Ormas) dengan ormas lainnya? Pada umumnya ungkapan tersebut masih “di diami” oleh kalangan masyarakat banyak. Suatu kepercayaan di suatu ormas memang masih bias menjadi salah satu ukuran bagaimana keadekatan ormas dengan ormas lainya terjalin.
Demikian juga bila ingin melihat hubungan sesunguhnya antara Ormas KPW )Komunitas Percaya Wiranto) dengan Ormas PUALAM dalam banyak hal harus kita akui hubungan persahabatan, “dari hati ke hati antara masyarakat PUALAM dengan KPW baru tahap penjajalan dan dalam pendalaman, belum turun dari hati yang paling dalam dari KPW.
Banyak dari Anggota KPW mungkin termasuk ketuanya tidak mengenal lebih jauh apa itu PUALAM. PUALAM masih di angap “toumie ninggen” atau organisasi masyarakat yanga tidak di anggap. Hai ini dapat terlihat jelas dalam acara serangkaian kegiatan yang sudah di laksanakan dengan pernyataan simbolis untuk membantu komunitas Lamongan KPW belum menaruh dan ada ikatan untuk menepati jajni mengucurkan dananya seperti yang pernah di ungkapkan senilai Rp. 50.000.000,- juta.
Bukan masalahnya yang bertangung jawan siapa……? Toh dari pihak PUALAM sudah dihadirkan perwakilan sekaligus wakil bendahara turut serta hadir di acara KPW tersebut.
Lagi-lagi kepercayaan dari ketua KPW seakan melempar tangung jawab ke BPR, padahal kontek yang pertama di kenakan yang menyumbang di kegiatan adalah KPW (Komunitas Percaya Wiranto) bukan BPR dan itu mutlak masyarakat PUALAM tahu bahkan Bupati, Ketua DPRD, SEKDA dan Pejabat PEMDA Lamongan semua tahu akan keberadaan KPW di mata masyarakat Lamongan.
Disisi lain warga PUALAM semua menagih janji dana hibah yang akan di kucurkan oleh KPW seerti yang telah di sosialisasikan pemilik media “KOLOM Investigasi” rasa malu dan beban moral dan di simpan tim penghubung. Padahal warna dan nominal dana hibah masih berputar antara KPW dan BPR. Tetlihat dalam setiap kegiatan terindikasi terungkap adanya prasangka yang kurang mengenakan mengenai PUALAM, namun adanya kesengajaan itu bukan tidak di sadari oleh PUALAM, wabahnya adalah Kepercayaan KPW di tsnsmksn dulu. Nmun I’tikad murni dari PUALAM untuk bekerja sama dan KPW sendiri akan membantu warga PUALAM niat tersebut di terima dengan lapang dada.
“yang paling Esensial dan abadi memang melalui saling menamakan kepercayaan karena hubungan “people to people contact” mau tidak mau harus memahami ORMAS PUALAM dulu dengan pertimbangan mungkin ada baik “kalau percaya kenpa risih………?!
Disisi sudut pandang KPW punya hak perogramnya namun dari sudut pandang yang paling dalam adalah Manusia di Pegang Omonganya……!!
Itu sudah pasti hukum masyarakat bagaimana kita yang tergabung dalam Komunitas Pwecaya Wiranto …!?! Kalu mereka sendiri kepercayaan orang lain tutur alias tidak percaya dengan apa yang di ucapkan ..! mungkin Pepatah mengatakan “Hutang Budi akan di Baawa Mati”- “Hutang jasa akan di kenag selalu” itu suatu ungkapan yang mengandung banyak makna jangan sampai kita mengagungkan percaya seorang namun di sisi lain kita sendiri tak lagi di percaya orang.
Maka hubungan KPW – PUALAM perlu di jalin erat dan perlu adanya Komunikasi yang Transparan, tanpa di dasari rasa saling curiga. Toh muaranya kepada jalinan kebersamaan antara kedua belah pihak yang saling menggantungkan tanpa ada saling ada yang saling di rugikan.(*)
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar