By: Amin Santoso
KL-Jakarta: Seiring era Reformasi yang berkembang di Indonesia Rakyat – ratkyat paling muak akan keberadaan para caleg yang hanya obral janji serta menjual pepesan kosong belaka. Terlebih para polotisi yang di usung oleh keadaan parpol masing-masing. Ibarat meraka berspekulasi antara Politik Dagang karena apa..? rata – rata Para caleg politisi besar yang di usung parpol mereka harus menyetor dana untuk parpol terkait No urut yang mereka minta belum lagi dana untuk sosialisasi kampanye.
Coba amati berapa pengeluaran yang di lakukan para caleg tersebut, sangat besar beban dana yang harus meraka keluarkan hanya untuk menjadi caleg padahal jabatan caleg adalah amanah bila merka terpilih. Yang paling utama para caleg terpilih iala bagaiman sebisa mungkin untuk mengembalikan dana yang telah merka keluarkan sewakatu mendaftar caleg atau masa kampanye….
Mungkin yang ada dalam benak para caleg adalah proyek – proyek yang akan di garap olehnya, bukan aspirasi Rakyat yang memilih merka, seharusnya yang paling utama merka pikirkan adalah aspirasi atau partisipasi Masyarakat, namun kenyataan malah sebaliknaya.!
Jorgan, Visi Misi, untuk membela Rakyat mereka lontarkan setiap kampanye, akan memperjuangkan komunitas perantau bahkan Entah karena dia sendiri mingkin mereka pernah karupsi waktu menjadi caleg, kalau di Tanya seputar pemberantasan korupsi dia seakan Alergi dan tak mau komentar.
Rakyat sudah bosan dan telah pintar untuk memilih para caleg yang ada di sekitar wilayah masine-masing jangan bias berharap perubahan Negara ini kalau mental Pemimpinnya saja sudah dirasuki Virus Korupsi, mau di bawa kemana arah Negara ini kalau memang politisi hanya mementingkan diri sendiri dan kroninya..!
Persoalan korupsi adalah masalah bangsa bukan perorangan jadi salah besar bila ada salah satu caleg yang mengatakan korupsi sudah di berantas. Uangkapan seperti ini jelas membuktikan bahwa dalam hati caleg yang tersebut telah tumbuh benih – benih Virus Korupsi. Siapa lagi yang akan memberantas korupsi yang ada di Bumi Nusantara kalau bukan Masyarakat dan di suarakan oleh wakil Rakyat dan Pemimpin yang jujur. Maka tahun 2009 adalah tahun penentuan di mana Rakyat akan memilih Pemimpin dan calek untuk membawa Bangsa ini kedepan yang sejahtera terbebas dari perilaku Karupsi.
(*)
Digebrak, Semutpun Meradang
-
*BLORA-* Tanggel, merupakan Desa miskin yang berad di tengah kawasan hutan
Perhutani KPH Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa
ten...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar