|Jakarta - Kolom Investigasi| Keberadaan terminal resmi seperti : Pulogadung, Grogol, Rawamangun adalah terminal Resmi yang di akui Pemerintah DKI Jakarta. Namun halnya dengan keberadaan terminal bayangan yang dirasa mengurangai pemasukan 30 % dari penumpang terminal resmi, karena selama ini pemerintah DKI Jakarta membangun terminal resmi guna untuk mendapatkan pendapatan DAERAH.Menjamurnya terminal bayangan menjelang lebaranbisa kita jumpai al: Jakarta Pusat, Simpang Stasiun sawah besar (Roi Teatre) Galur, samping pemadam kebakaran (Roxi).
Terminal-Terminal Bayangan:
Jakarta Utara : Kamal Muara, Kramat Jaya, Jalan Tongkol, Tanjung Priok, Kali Jodoh, Rawa Bebek/Kali Pasir.
Jakarta Barat : Gang Kancil, Mangga Besar, Ps Jelambar, Grogol Petamburan, Pintu Tol Kebun Jeruk dan JL Raya Daan Mogot.
Jakarta Selatan : Jl. Raya Ps. Minggu, Jl. Kapten Tendean, Jl. Raya Cileduk, Jl. TB Siatupang dan Jl. Raya Pondok Labu.
Jakarta Pusat : Jl. Utan Pinang, Kemayoran, Kawasan Galur, Johar Baru, Petamburan dan Slipi.
Jakarta Timur : Sepanjang Jalan Raya Bekasi, Jl. Printis Kemerdekaan, Cakung, Dekat pintu Tol Cakung dan Pondok Kopi.
Belum lagi tariff tiket yang cenderung naik dua kali lipat jauh lebih mahal dari pada harga tiket yang ada di terminal-terminal resmi, demikian itu biasanya mereka berdalih dengan alasan ini sudah umum di mana-mana, hal ini menerapkannya seperti sudah tradisi bertahun-tahun, maka dengan itu yang seringkali terabaikan akan keberadaan terminal bayangan adalah sarana dan prasarana yang begitu kurang memadai, juga adanya para calo serta jaminan petugas keamanan resmi tidak memadai dan bahkan tidak ada.
Hal tersebut bisa manjadikan potensi rawan Pungli antara pemilik P.O. dengan Oknum dinas Perhubungan dan bahkan oknum Aparat keamanan. Menurut koordinator salah satu P.O. Bus jurusan kalideres Kramat Jati, Ari Tonang mengatakan’’ keberadaan terminal bayangan tentu jelas menyedot penumpang dari terminal resmi.
Jajaran Pemkot Jakarta Pusat menindak tegas terminal bayangan, sebab di Jakarta Pusat hanya ada satu terminal bantuan untuk mudik lebaran yaitu untuk P.O. Bus Damri yang ada di Kemayoran. Ujar Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Jhony Aruan.
Pemprov DKI sendiri untuk arus mudik lebaran menyiapkan 15 Terminal utama dan II terminal bantuan, olerh karena itu Gubernur DKI Jakarta FAUZI BOWO memerintahkan Dinas Perhubungan guna untuk menertibkan Terminal bayangan “apaila Ada Terminal Bayangan Maka Harus Di Tertibkan. Sebab pemberangkatan penumpang hanya di terminal yang sudah di sediakan kata FAUZI BOWO.| Di Posting By: Mu3j4b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar